Advertisement

Tradisi Pasola adalah  permainan perang-perangan tradisional yang disebut Pasola. Pasola adalah permainan perang dua kelompok ‘pasukan‘ berkuda yang saling melempar lembing (tombak kayu) di sebuah padang savana. Secara etimologis, Pasola berasal dari kata ‘sola‘ atau ‘hola‘ yang bermakna tombak kayu atau lembing. Setelah mendapat imbuhan ‘pa‘ menjadi ‘pasola‘ atau ‘pahola‘, maka artinya menjadi permainan ketangkasan menggunakan lembing. Pasola berasal dari kata "sola" atau "hola", yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Setelah mendapat imbuhan `pa' (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan. Jadi pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan. Pasola merupakan bagian dari serangkaian Upacara Tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu (agama lokal masyarakat sumba). Permainan pasola diadakan pada empat kampung di kabupaten Sumba Barat. Keempat kampung tersebut antara lain Kodi, Lamboya, Wanokaka dan Gaura. Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya. By : Umbu Oskar #indonesiabackpacker #indonesiatimur #sumba #exploresumba #pasola #umbu #ambu #rambu #mytripmyadventure #wisatasumba #indonesiabagus #flobamorata

Advertisement

Kapolres Sikka yang baru, AKBP Rickson P.M.Situmorang,SIK mulai bertugas, Rabu (17/1/2018) kemarin. Ia disambut dengan upacara Jajar Hormat (Jarmat) dan Pedang Pora oleh puluhan anggota polisi Polres Sikka. Ini merupakan tradisi penyambutan terhormat di institusi Polri. Sebelum disambut pedang, Kapolres Sikka AKBP Rickson P.M.Situmorang,SIK dan istri dikalungi selendang dan sapaan adat Sikka Huler Wair oleh tokoh adat Sikka, Oscar Mandalangi, saat keduanya memasuki pintu gerbang Mapolres Sikka. Dan orang nomor satu di Polres Sikka itu juga disambut tarian adat Hegong oleh kelompok penari sanggar tari SDK Bhaktiarsa Maumere. Kapolres AKBP Rickson P.M.Situmorang, SIK  kepada wartawan menyampaikan,Polres sikka siap menyukseskan Pilkada Sikka 2018. Ia menegaskan polisi itu harus tetap netral dan bisa memberikan perasaan yang damai kepada masyarakat yang memilih maupun yang dipilih. “Itu yang bisa kita sampaikan kepada anggota,supaya kondisi yang sudah kondusif ini tidak terpengaruh pada hal-hal yang negatif”,ungkapnya. Ia mengatakan Polisi tidak boleh menakut-nakuti masyarakat untuk memilih figur tertentu, sebaliknya polisi harus bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat saat memilih pemimpin Kabupaten Sikka. “Bila masyarakat akan ke TPS harus dijaga kemanannya sampai pada hasil dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sikka yang baru”,tegasnya. (Source: Florespost.co) #nusatenggaratimur #ntt #flores #flobamorata #kupang #lensantt #alor #kupang #sumba #timor

@nttvoice 0
Advertisement

Terus munculnya kasus yang menimpa buruh migran, terutama dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong Gereja Katolik mengambil langkah serius. Persoalan buruh migran, terutama perdagangan manusia atau human trafficking mencuat hampir setiap hari. Menyikapi hal ini, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menggelar lokakarya bertempat di Hotel Prundi Labuan Bajo pada 15-19 Januari 2018 dengan tema “Mengembangkan Pastoral Migran Yang Terintegritas.” . . Tiga uskup ikut dalam kegiatan itu yang dihadiri perwakilan semua keuskupan di wilayah NTT dan Keuskupan Denpasar (Nusra). . . Ketiganya adalah Mgr Dominikus Saku, Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPMP), yang juga Uskup Atambua; Mgr John Saklil, Ketua Komisi Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PSE), yang juga Uskup Timika dan Mgr Nicolaus Adi Seputra, Ketua Sekertariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan yang juga menjabat sebagai Uskup Merauke. (Source: floresa.co) #voicentt #ntt #flores #sumba #kupang #flobamorata #lensantt #pulautimor #nusatenggaratimur #alor

@nttvoice 0

Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tolak Tambang Sabu Raijua menyambangi kantor Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, (16/1/2018). Mereka tiba sekitar pukul 11.00 Wita. Kehadiran mereka untuk menolak segala aktivitas pertambangan yang dilakukan PT. Cromindo Lestari dan PT. Tiga Mas Nusantara. “Wilayah Eksploitasi mangan berada pada kawasan Cagar Budaya yakni Kolorae di Desa Pedarro dan kawasan upacara adat di desa Mehona dan Kolo Merabbu di Desa Dainao,” kata Jefri Eri Lobo selaku koordinator aliansi tolak tambang  saat berdialog dengan komisi IX DPRD Provinsi NTT dan Dinas Pertambangan Provinsi NTT, di Aula Komisi IX DPRD NTT. Menurut Jefri, wilayah eksploitasi mangan berada pada kawasan rawan bencana yang meliputi Desa Aikare, Mehona, Loborui, Ledeke di Kecamatan Liae dan Desa Paderro, Desa Wadumeddi, Gurimonearu di kecamatan Hawu Mahera. “Kawasan-kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana alam dalam perda Sabu Raijua No 03 tahun 2011,” ujarnya. Wilayah rencana pertambangan mangan lanjut dia, sesuai SK Bupati Sabu Raijua No 303 sampai 306 tentang IUP izin lingkungan dan operasi produksi terdapat pada 13 Desa di Kecamatan Liae dan Kecamatan Hawu Mahera. “Sedangkan berdasarkan perda rencana Tata Ruang dan rencana wilayah, kawasan peruntukan pertambangan mangan hanya terdapat 2 Desa yakni Desa Waduwalla dan Desa Wahumeddi, tetapi di sisi lain kedua Desa tersebut masuk dalam kawasan rawan bencana alam dan bencana tsunami,” tuturnya. Dia melanjutkan, dalam menetapkan wilayah pertambangan pemerintah Sabu Raijua tidak dilaksanakan secara transparan, partisipasif dan bertanggungjawab dan tidak memperhatikan aspek ekologi, ekonomi, social budaya dan berwawasan lingkungan berdasarkan UU no 04 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara. (Source : Voxntt) #voicentt #ntt #flores #sumba #kupang #flobamorata #lensantt #pulautimor #nusatenggaratimur @lensa_ntt

@nttvoice 0
Advertisement
Advertisement

SUARA CENDANA MENGHARUMKAN BANGSA Syukur kepada Tuhan atas perjuangan bersama teman-teman dalam penerbitan perdana majalah SUARA CENDANA ( CErita NTT DAlam PeNa) edisi Jan-Mar 2018. Terima kasih kepada para donatur, redaksi, kontributor, dkk SC sudah memberikan yg terbaik untuk kelancaran proses ini. Mari teman-teman orang muda kita belajar berproses bersama untuk menjadi pewarta kabar gembira dan pembawa damai. Untuk mengenal NTT, kami sajikan majalah ini untuk anda menjadi bacaan yg ringan dan bermutu. Mari mengharumkan nama daerah dan bangsa dengan cara kita masing-masing. Bagi yg mau pesan majalah ini, silakan: Kontak ke no.wa kami: 082228626099 / 08123928191 ( Edy & Cardy Nong ) Email: suaracendanantt@gmail.com (Redaksi menerima berita dan pemasangan iklan dari anda sekalian). #flobamorata #nusacendana #viviantjung4missindonesia2017 #suaracendana #bbnttregiojogja #bomans #sasandois